Sunday, October 28, 2012


Artikel Psikologi Dan Teknologi Internet

                                              
                                                                       






       




          Artikel             : pendekatan psikologis
          Dosen               : Lilis Ratnasari
                       Oleh                 : Erlita Dani Putri
                       NPM                : 12511469
                       Kelas                :2PA04






Dampak Positive dan negative

Saat ini internet mungkin bukanlah hal yang aneh lagi untuk di dengar dan di gunakan di kalangan masyarakat umum. Karena saat ini internet sudah menjadi salah satu kebutuhan setiap orang. Namun internet ini selain memiliki beberapa manfaat positif, ternyata juga memiliki beberapa dampak negatif. Dibawah ini adalah dampak positif dan negatif dari penggunaan internet tersebut.
Di bawah ini saya akan menjelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet yang saya rasakan sendiri.
·         Dampak positif :
1.      Kemudahan berinteraksi : dengan menggunakan internet saya akan lebih bebas berinteraksi dengan siapapun dan di belahan bumi manapun.
2.      Kemudahan mencari informasi : internet dapat membantu saya untuk mendapatkan semua informasi yang saya butuhkan agar menambah wawasan ilmu pengetahuan saya brtambah.
3.      Media pertukaran data : internet membuat saya bisa memberikan data ataupun menerima data sesuai dngan keinginan saya contohnya dengan menggunakan blog, email, dll.

·         Dampak negative :
1.       Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
2.      Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
3.      Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
4.      Carding
Karena sifatnya yang real time(langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
5.      Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya

Sunday, October 21, 2012



Artikel Psikologi Dan Teknologi Internet
Komunitas online, pularisasi kelompok, kelompok kerja virtual

                                               
                                                                       



Artikel             : pendekatan
           Dosen               : Lilis Ratnasari
                                                           Oleh                 : Erlita Dani Putri
                                                           NPM                : 12511469
                                                           Kelas                :2PA04





Komunitas Online :

Komunitas adalah kumpulan orang yang saling berinteraksi diantara anggotanya berdasarkan adanya kesamaan. Komunitas terbentuk bisa karena kesamaan asal daerah dari anggotanya(misal: Paguyuban Madura,Komunitas Lampung,Komunitas Anak Medan), kesamaan nama(misal: Komunitas Asep), kesamaan hobby(misal: Komunitas Mancing Mania,Komunitas Parkour), kesamaan profesi(misal: Lawyer Club, Ikatan Akuntan Indonesia), kesamaan menggunakan produk tertentu(misal : Komunitas Yamaha Club,Komunitas Honda Tiger), kesamaan ngefans klub olahraga(misal : komunitas MU Mania,Jak Mania),kesamaan menggunakan platform online tertentu(misal: Komunitas Blogger,Tweeps,Facebooker).
Komunitas online sifatnya yang relatif bebas :
Media & komunitas online cenderung bersifat bebas. Bebas dalam artian yang amat luas. Bebas kepemilikan, bebas sekat-sekat sosial umum, bebas kepemilikan, bebas dari interfensi otoritas sosial/agama/pemerintah dan sejenisnya, bebas pengguna dan bebas hambatan jarak, ruang dan waktu.
-         Bebas Kepemilikan
Media dan komunitas online memang dibuat oleh suatu pihak (personal/institusi) namun, begitu informasi ada di dunia maya maka informasi tersebut akan menjadi konsumsi publik yang berarti akan bisa direproduksi dan direvisi sesuai kepentingan publik tersebut. Maka jangan heran jika muncul manipulasi informasi.
-         Bebas sekat sosial
Media dan komunitas tidak mengenal sekat-sekat sosial layaknya media/komunitas di dunia nyata (offline). Tidak ada atasan atau bawahan. Tidak ada pemilik informasi langgeng dan penerima informasi langgeng. Semuanya saling bertukaran, semuanya saling memberi dan menerima informasi hingga level tertentu. Tidak ada pembedaan antar pengguna internet dikarenakan status sosialnya di dunia nyata, dikarenakan potensi anonimitas internet itu sendiri.
-         Bebas interfensi
Hingga titik tertentu, semua media atau komunitas internet bebas interfensi pihak luar. Kecuali adanya pelanggaran hukum (umumnya bersifat regional), maka informasi yang beredar di dunia maya adalah bebas dibuat, dimanipulasi dan diakses untuk disebarluaskan kembali oleh siapapun kepada siapapun.
-         Bebas jarak, ruang & waktu
Keunggulan utama informasi yang disebarkan melalui media/komunitas online adalah tidak adanya batasan jarak, ruang dan waktu. Artinya informasi tersebut akan bisa menjangkau dan dijangkau oleh siapapun, di manapun, kapanpun(24/7), selama yang bersangkutan terkoneksi dengan layanan internet. Artinya, semua pihak, terutama korporat mempunyai kesempatan yang amat luas untuk berkampanye tentang semua hal, terutama produk/layanannya, kepada khalayak yang amat luas, tanpa dibatasi jarak, jam tayang, format informasi, batasan usia publik, waktu dan sebagainya jika mau dan mampu menggunakan media dan komunitas online :


Polarisasi kelompok :
Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras. Jadi Polarisasi kelompok adalah gejala mengumpulnya pendapat kelompok pada satu pandangan tertentu

Penyebab:
– perbandingan sosial : menilai pendapat dan kemampuan seseorang dengan cara membandingkannya dengan pendapat dan kemampuan orang lain
     diskusi kelompok : memunculkan ide2 yang sama
     tidak ada prasangka

Efek baik buruk biasanya terjadi dari interaksi kelompok, misal bentrokan dengan aparat keamanan & kekerasan massa yang mendemontrasikan potensi destruktifnya. Akan tetapi dukungan kelompok, konsultan manajemen, & para ahli teori menyatakan keuntungannya. Begitu juga pergerakan sosial & agama mendesak para anggotanya untuk memperkuat identitas mereka melalui persahabatan yang terjalin satu sama lain.
Penelitian membantu untuk mengklarifikasi pemahaman kita seperti dampak - dampak dari hasil penelitian. Dari mempelajari orang - orang dalam sebuah kelompok kecil, sebuah prinsip muncul yang akan membantu menjelaskan baik dampak yang konstruktif (bersifat membangun) maupun yang destruktif bersifat merusak). Diskusi kelompok sering memperkuat unklinasi (kecenderungan) awal para anggota (baik atau buruk).






Kelompok gejala virtual :

        Dalam sebuah jaringan, virtualisasi mengkonsolidasikan beberapa perangkat menjadi pandangan logis sehingga mereka dapat dikelola dari konsol tunggal (lihatvirtualisasi jaringan ). Virtualisasi juga memungkinkan beberapa perangkat penyimpanan yang dapat diakses dengan cara yang sama tidak peduli apa jenis dan lokasinya. Kemampuan bersosialisasi yang tinggi dari para profesional membuat mereka mampu membentuk kelompok yang disebut kelompok kerja virtual. Berkumpul dan membentuk team saat ada pekerjaan yang harus ditangani. Team kerja virtual seperti itu hanya bisa dibentuk oleh para professional yang sudah bisa bertindak sebagai agen indenpenden bagi dirinya sendiri. Mereka hanya jadi terikat ketika sedang menangani suatu proyek yang dikerjakan oleh team virtual. Kemudahan dalam menggunakan perangkat telekomunikasi menjadi sarana jitu untuk saling berhubungan jika suatu saat dibutuhkan. Dalam konteks organisasi ini kelompok kerja virtual yang masing-masing bisa muncul dan melintasi batas-batas organisasi konvensional seperti yang terdapat pada perusahaan umumnya. Ini dikarenakan kemampuan mereka dalam menggali kemampuan-kemampuan yang sebelumnya tersembunyi dan menjadi muncul ke permukaan melalui acara-acara bebas untuk berbincang dan bertukar informasi atau gagasan.














Daftar Pustaka :
http://www.bintan-s.web.id/2011_07_01_archive.html
http://nemu.wordpress.com/2009/11/26/pergeseran-yang-penuh-resiko-dan-polarisasi-kelompok/
http://www.scribd.com/doc/85745055/4/A-PENGERTIAN-POLARISASI-KONFLIK-DALAM-MASYARAKAT
http://kateglo.bahtera.org/?mod=dictionary&action=view&phrase=polarisasi
http://yoszuaccalytt.blogdetik.com/2011/03/04/komunitas-online-peranannya-dalam-masyarakat/

Sunday, October 14, 2012

INTERNET ADDICTION

                                                                                         
                                                         http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRbVdPvNP7zhF4aPCEtyVgXUFKljR4PQYLlDxsfZN7ZZ2ITUBPZ5g


Dosen              : Lilis Ratna Sari
Nama               : Erlita Dani Putri
Kelas               : 1PA04
NPM                : 12511469










Apa itu Internet Addiction Disorder (IAD)?

Apa yang “kecanduan internet gangguan” (IAD) masih sulit untuk menentukan saat ini. Banyak penelitian asli berdasarkan jenis terlemah dari metodologi penelitian, survei yaitu eksplorasi tanpa hipotesis atau alasan yang jelas mendukung mereka. Datang dari pendekatan Atheoretical memiliki beberapa manfaat, tetapi juga tidak biasanya diakui sebagai cara yang kuat untuk mendekati gangguan baru. Penelitian yang lebih baru telah diperluas pada survei awal dan laporan kasus anekdotal studi. Namun, seperti yang saya akan menggambarkan bawah nanti, bahkan studi ini tidak mendukung kesimpulan penulis mengklaim.

Penelitian asli ke gangguan ini dimulai dengan survei eksplorasi, yang tidak dapat membangun hubungan sebab akibat antara perilaku spesifik dan penyebabnya. Sementara survei dapat membantu membangun deskripsi tentang bagaimana orang merasa tentang diri mereka sendiri dan perilaku mereka, mereka tidak dapat menarik kesimpulan tentang apakah teknologi tertentu, seperti Internet, telah sebenarnya disebabkan perilaku. Mereka kesimpulan yang ditarik adalah murni spekulatif dan subyektif yang dibuat oleh para peneliti sendiri. Para peneliti memiliki nama untuk ini kesalahan logis, mengabaikan penyebab umum . Ini salah satu kekeliruan tertua dalam ilmu pengetahuan, dan satu masih sering dilakukan dalam penelitian psikologis saat ini.

Apakah beberapa orang memiliki masalah dengan menghabiskan terlalu banyak waktu online? Tentu mereka lakukan. Beberapa orang juga menghabiskan waktu terlalu banyak membaca, menonton televisi, dan bekerja, dan mengabaikan keluarga, persahabatan, dan kegiatan sosial. Tapi apakah kita memiliki TV gangguan kecanduan, kecanduan buku, dan kecanduan kerja yang disarankan sebagai gangguan mental yang sah dalam kategori yang sama seperti skizofrenia dan depresi? Saya kira tidak. Ini adalah kecenderungan beberapa profesional kesehatan mental dan peneliti ingin label segala sesuatu yang mereka lihat sebagai berpotensi berbahaya dengan kategori diagnostik baru. Sayangnya, hal ini menyebabkan lebih berbahaya daripada membantu orang. (Jalan menuju “discovering” IAD diisi dengan banyak kesalahan logis, tidak sedikit di antaranya adalah kebingungan antara sebab dan akibat .)

Apa yang kebanyakan orang online yang berpikir mereka kecanduan mungkin menderita adalah keinginan untuk tidak mau berurusan dengan masalah-masalah lain dalam hidup mereka. Masalah tersebut mungkin gangguan mental (depresi, kecemasan, dll), masalah kesehatan yang serius atau cacat, atau masalah hubungan. Hal ini tidak berbeda dengan menyalakan TV sehingga Anda tidak perlu berbicara dengan pasangan Anda, atau pergi “keluar dengan anak laki-laki” untuk beberapa minuman sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu di rumah. Tidak ada yang berbeda kecuali modalitas.

Apa yang beberapa orang sangat sedikit yang menghabiskan waktu online tanpa masalah lain yang hadir mungkin menderita adalah kompulsif penggunaan berlebihan. Perilaku kompulsif, bagaimanapun, sudah dicakup oleh kategori diagnostik yang ada dan pengobatan akan sama. Ini bukan teknologi (apakah itu internet, buku, telepon, atau televisi) yang penting atau adiktif – itu perilaku. Dan perilaku yang mudah diobati oleh tradisional kognitif-perilaku teknik dalam psikoterapi.

Studi kasus, alternatif survei yang digunakan untuk kesimpulan yang ditarik tentang berlebihan online, hanya sebagai bermasalah. Bagaimana kita bisa benar-benar menarik kesimpulan yang masuk akal tentang jutaan orang online berdasarkan satu atau dua studi kasus? Namun cerita media, dan beberapa peneliti, yang meliputi masalah ini biasanya menggunakan studi kasus untuk membantu “menggambarkan” masalah. Semua studi kasus ini adalah mempengaruhi reaksi emosional kita terhadap masalah ini, itu tidak apa-apa untuk membantu kami lebih memahami masalah yang sebenarnya dan penjelasan banyak potensi untuk itu. Studi kasus tentang masalah seperti ini biasanya bendera merah yang bingkai bantuan masalah dalam cahaya emosional, meninggalkan keras, data ilmiah dari gambar. Ini adalah taktik pengalihan umum.

Ada penelitian lebih lanjut yang perlu kritis diperiksa di sini, yang saya akan memberikan analisis deskriptif lama.

Beberapa ranah aktifitas online yang sering diperlihatkan oleh sebagian pengguna internet yang terindikasi mengalami Internet Addiction, atau dikenal sebagai kecanduan komputer, kecanduan online, atau gangguan kecanduan internet seperti berikut :
1.         Kecanduan Cybersex – penggunaan situs-situs pornografi di internet, media chating orang dewasa, atau fantasi orang dewasa dalam bermain peran situs berdampak negatif terhadap kehidupan nyata hubungan intim. Tantangan khusus di Internet adalah begitu mudahnya bagi pengguna internet mengakses Situs-Situs Orang Dewasa, apalagi kalo uda dibantu ma OM GOOGLE... Orang-orang dapat menghabiskan waktu berjam-jam di internet terlibat  dan terhipnotis oleh indahnya fantasi mustahil dalam kehidupan nyata. Itu bisa dibuktikan dengan begitu gemarnya orang-orang melihat pornografi baik Visual maupun Audio visual... dan memang ini dianggap keren oleh segelintir orang (Oknum Cybersex dunia maya), tetapi lebih keren lagi kalau ternyata yang seperti ini dapat mempengaruhi kehidupan nyata hubungan, karier, dan kesehatan emosional. Untuk pecandu seksual perilaku seksual dapat paling sering didefinisikan oleh kata-kata dan tersembunyi. Tidak seperti seks yang sehat yang terintegrasi ke dalam hubungan. Orang-orang tersebut beranggapan bahwa “penggunaan seks adalah sebagai sarana untuk mengatasi, untuk menangani kebosanan, kecemasan dan perasaan kuat lain atau sebagai cara untuk merasa penting, ingin atau kuat”.
2.         Cyber-Hubungan Ketergantungan – kecanduan  jejaring sosial, chat room dan pesan ke titik di mana maya, teman online menjadi lebih penting daripada kehidupan nyata hubungan dengan keluarga dan teman-teman. Ketika digunakan secara bertanggung jawab, Internet dapat menjadi tempat yang bagus untuk berinteraksi sosial, bertemu orang baru, dan bahkan ketika Anda sedang memulai hubungan yang romantis. Namun faktanya, hubungan online sering bisa lebih intens daripada di kehidupan nyata. “Masalah lain adalah bahwa sekitar 50% orang yang online berbohong tentang usia mereka, berat badan, pekerjaan, status perkawinan, atau gender”. Dan ketika teman-teman online bertemu dan orang kehidupan nyata “gagal” untuk mencocokkan person online, yang terjadi kemudian adalah kekecewaan emosional yang mendalam. Dan tidak sedikit juga tindak kriminal yang justeru berawal dari aktifitas jejaring sosial.
3.         Dorongan Net - seperti game online, perjudian online (katakanlah POCKER) lebih keren lagi disebut online gambling, perdagangan saham, atau penggunaan situs lelang online seperti eBay, sering mengakibatkan masalah keuangan dan pekerjaan terkait. Kasino online atau virtual yang terbuka sepanjang hari, setiap hari dan untuk siapapun dapat diakses di internet. Orang yang tidak tinggal dalam jarak dekat dari sebuah kasino tradisional atau track taruhan, misalnya, atau bahkan mereka yang terlalu muda untuk mendapatkan akses, sekarang merasa jauh lebih mudah untuk berjudi online. Gamer online dapat mengisolasi diri selama berjam-jam pada saat sedang menikmati realitas virtual atau game online fantasy, secara tidak langsung mengabaikan aspek-aspek lain dari kehidupan mereka seperti pekerjaan dan keluarga.  
4.         Informasi Overload – kebutuhan informasi yang berlebihan mendorong Anda sangat agresif melakukan web surfing atau mencari database, yang justru akan menyebabkan produktivitas kerja rendah dan mengurangi interaksi sosial dengan kerabat, keluarga dan teman-teman.
5.         Ketergantungan Komputer – terobsesi dengan permainan( off-line game) komputer, seperti Solitaire atau Minesweeper, atau sejenisnya mungkin juga akan menimbulkan masalah tersendiri dalam me-menej keseimbangan waktu keseharian anda dalam beraktifitas.

Yang paling umum dari kecanduan tersebut adalah cybersex internet, judi online, dan cyber-kecanduan jejaring sosial.

Daftar Pustaka :
http://www.forbes.com/

Sunday, October 7, 2012


Artikel Psikologi Dan Teknologi Internet

                                               
                                                                       



Artikel             : pendekatan psikologis
           Dosen               : Lilis Ratnasari
                                                           Oleh                 : Erlita Dani Putri
                                                           NPM                : 12511469
                                                           Kelas                :2PA04






Mengapa manusia membutuhkan atau tidak membutuhkan internet

Internet adalah jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Di tinjau dari pengertianya secara garis besar  tentu dapat saya simpulkan bahwa internet sangat di perlukan di era globalisasi seperti saat ini. Menurut saya penggunaan internet banyak sekali. Pertama, dapat digunakan untuk membatu pencarian informasi. Informasi yang bisa di dapat sangat lah fleksibel, efisien, dan bermacam-macam. Sehingga pemakaian internet untuk mencari informasi sangat membantu user dalam pencarian informasi. Kedua, internet dapat digunakan untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Berita yang dihasilkan sangatlah update dan dapat dilihat kapanpun. Intermet bermanfaat besar dalam kehidupan dalam segi apapun. Ketiga, internet untuk saya dapat digunakan untuk mempermudah transaksi secara online. Pada saat ini dunia perbankan dapat di akses secara online. Kita dapat mempermudah dalam pengecekan saldo, transfer secara online, dan banyak kegunaan lain di perbankan. Keempat, internet dapat juga digunakan untuk berbelanja secara online. Jual beli secara online lebih mengutungkan. Jual beli secara online lebih efisien, fleksibel, dapat melihat gambar atau foto barang tersebut. Namun, berbelanja online harus memiliki rasa saling percaya yang besar. Kelima, penggunaan internet dapat membantu saya untuk berkomunikasi dengan teman sekarang ini banyak sekali jejaring sosial yang dapat membantu untuk menjalin silaturahmi dengan sanak saudara, teman, dan banyak lagi.
Dampak positif :
1.      Memudahkan kita untuk mendapatkan banyak informasi secara cepat contohnya dengan menggunakan google.
2.      Memudahkan kita untuk berhubungan atau berkomunikasi dengan manusia di belahan dunia mana pun contohnya dengan menggunakan jejaring social seperti facebook, twitter, dan lain – lain.


Dampak negative :
 Meskipun Penggunaan internet banyak menguntungkan tetapi ada juga yang mempunyai dampak negatif.
1.      Hal yang merugikan di internet adalah mudahnya pornografi dan semacamnya untuk di akses. Situs-situs porno tersebut dapat merusak mental orang-orang khususnya anak-anak remaja. Karna di masa – masa remaja adalah masa ingin tahu, biasanya mereka mengdownlod situs – situs porno di warnet atau di tempat yang luput dari perhatian orang tua.
2.      Mudahnya penipuan di dalam menggunakan internet. Biasanya di manfaatkan oleh opnum – opnum yg tidak bertanggung jawab. Contohnya penjualan online ada beberapa yang hanya modus penipuan belaka.


















Daftar pustaka :http://chapila.com/internet/pengertian-isp-internet-service-provider.html#ixzz27dlRkrqShttp://www.kamusilmiah.com/it/http://id.wikipedia.org/wiki/